VIRALMANADO.COM- Aktivitas pertambangan di wilayah Desa Bowone, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kembali menjadi sorotan. Kegiatan tersebut disebut kembali ramai meski sebelumnya lokasi itu telah ditertibkan melalui operasi gabungan aparat penegak hukum (APH) dan dipasangi garis polisi.
Informasi yang diperoleh menyebut aktivitas pertambangan kembali terpantau sekitar dua bulan setelah operasi gabungan dilakukan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di lokasi yang sebelumnya telah menjadi sasaran penindakan.
Garis polisi yang masih dikaitkan dengan penanganan lokasi tersebut juga menjadi perhatian. Sebab, apabila benar aktivitas pertambangan kembali berlangsung, masyarakat mempertanyakan bagaimana kegiatan itu dapat berjalan di kawasan yang sebelumnya telah ditertibkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga berharap aparat tidak berhenti pada pemasangan garis polisi maupun operasi penertiban sesaat. Pengawasan lanjutan dinilai diperlukan untuk memastikan kegiatan yang diduga tidak mengantongi izin tidak kembali berlangsung.
Dugaan Limbah Masuk ke Laut
Selain aktivitas pertambangan, persoalan lingkungan turut menjadi perhatian. Limbah yang diduga berasal dari kegiatan pertambangan disebut berpotensi mengalir atau dibuang ke kawasan laut di sekitar lokasi.
Kondisi kawasan mangrove di sekitar wilayah pertambangan juga disebut mengalami kerusakan. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan verifikasi dari instansi berwenang untuk memastikan sumber kerusakan serta dampaknya terhadap lingkungan.
Jika ditemukan pelanggaran, penanganannya tidak hanya menyangkut aspek pertambangan, tetapi juga dapat berkaitan dengan ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Masyarakat kini meminta aparat dan instansi terkait melakukan pengecekan kembali ke lokasi. Mereka berharap ada kepastian mengenai status aktivitas pertambangan, keberadaan garis polisi, serta dugaan pencemaran dan kerusakan lingkungan.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait mengenai aktivitas pertambangan yang disebut kembali berlangsung di wilayah Bowone tersebut.
Konfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut terkait juga penting dilakukan untuk memastikan informasi mengenai aktivitas tambang, pengelolaan limbah, serta status hukum lokasi tersebut.
ManadoViral.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.(vm)
















Komentar